Senin, 25 Juli 2016

Hasan Al-Banna dan Kelahiran Al-Ikhwanul Muslimun


Setelah runtuhnya kekhalifahan Turki Utsmani pada tahun 1924, pasca Perang Dunia Pertama, hampir semua negara Arab jatuh ke tangan penjajah Barat. Umat Islam pun mulai tercabik-cabik oleh kekuatan imperialisme Barat.

Dalam kondisi dunia Islam seperti itulah, seorang pemuda bernama Hasan bersama beberapa orang sahabatnya mendirikan cikal bakal gerakan “Ikhwanul Muslimun”.

Hasan Al-Banna lahir di

Minggu, 29 Mei 2016

Untuk Seseorang



Untuk kamu yang hadirnya selalu kuminta dalam rapal doa, semoga di tahun ini Tuhan berkenan mempertemukan kita. Rasanya kini sudah bukan saatnya lagi aku bermain dalam hubungan tanpa
tujuan. Setelah sederet kisah cinta yang pernah ada, kini aku mantapkan
hati untuk tidak bermain-main lagi.

Setahun kemarin sudah ku coba menata diri persiapkan diri, menyambut dia yang kelak kusebut belahan jiwa. Jika semesta bersedia mengamini, semoga wajahmu bisa kulihat di tahun ini.

Rentetan kisah yang berujung patah hati telah

Jumat, 27 Mei 2016

Generasi Bahagia



Generasi bahagia Itu, generasi kelahiran 1970-1995, Dan itu adalah kami. Kami adalah generasi terakhir yang masih bermain di halaman rumah yang luas. Kami berlari dan bersembunyi penuh canda-tawa dan persahabatan. Main Petak Umpet, Boy-boynan, Gobag sodor, Betengan, Lompat tali, Masak-masakan, Sobyong, Jamuran, Ngejar layangan putus sambil lari" , Maen Putri-putri Melati tanpa peringatan dari Bapak Ibu. Kami bisa memanfaatkan gelang karet, isi sawo, kulit jeruk, baterei bekas, sogok telik menjadi permainan yang mengasyikkan. Kami yang tiap melihat pesawat terbang langsung teriak minta uang.

Kami generasi yang ngantri di wartel dari jam 5 pagi, berkirim surat dan menanti surat balasan dengan penuh rasa rindu. Tiap sore kami menunggu cerita radio Brama Kumbara, berkirim salam lewat penyiar radio. Kamilah generasi yang SD nya merasakan papan tulis berwarna hitam, masih pakai pensil dan rautan yang ada kaca di salah satunya. Kamilah generasi yang SMP dan SMA nya masih pakai papan tulis hitam dan kapur putih. Generasi yang

Senin, 21 Maret 2016

Google



Google menemukan lebih banyak dan lebih banyak cara untuk mengintegrasikan dirinya ke dalam hampir setiap aspek kehidupan kita. Google memiliki mesin pencari terbesar di dunia, platform video terbesar (YouTube), browser web terbesar (Chrome), layanan email yang paling banyak digunakan (Gmail) dan sistem operasi mobile terbesar (Android). Ini berarti Google pada dasarnya tahu segala sesuatu tentang Anda. Apa yang Anda cari, apa iklan yang Anda klik, apa yang sedang Anda tulis, apa yang Anda tonton, dan aplikasi apa yang Anda sukai.


Proyek Google berikutnya seperti Google Glass dan mobil driverless, hanyalah langkah-langkah mereka berikutnya untuk

Minggu, 06 Maret 2016

Apa itu Ikhlas ?


Sesuatu yang sulit namun harus kita lakukan di dalam kehidupan dan penghidupan di dunia ini adalah IKHLAS.

Ikhlas itu…
Ketika nasehat, kritik dan bahkan fitnah, tidak mengendorkan amalmu dan tidak membuat semangatmu punah.

Ikhlas itu…
Ketika hasil tak sebanding usaha dan harapan, tak membuatmu menyesali amal dan tenggelam dalam kesedihan.

Ikhlas itu…
Ketika amal tidak bersambut apresiasi sebanding, tak membuatmu urung bertanding.

Ikhlas itu…
Ketika niat baik disambut berbagai prasangka, kamu tetap berjalan tanpa berpaling muka.

Ikhlas itu…
Ketika sepi dan ramai, sedikit atau banyak, menang atau kalah, kau tetap pada jalan lurus dan terus melangkah.

Ikhlas itu…
Ketika kau lebih mempertanyakan apa amalmu dibanding apa posisi mu, apa peranmu dibanding apa kedudukanmu, apa tugasmu dibanding apa jabatanmu.

Ikhlas itu...
Ketika ketersinggungan pribadi tak membuatmu keluar dari barisan dan merusak tatanan.

Ikhlas itu…
Ketika posisimu di atas, tak membuatmu jumawa, ketika posisimu di bawah tak membuatmu enggan bekerja.

Ikhlas itu…
Ketika khilaf mendorongmu minta maaf, ketika salah mendorongmu berbenah, ketika tertinggal mendorongmu mempercepat kecepatan.

Ikhlas itu…
Ketika kebodohan orang lain terhadapmu, tidak kau balas dengan kebodohanmu terhadapnya, ketika kedzalimannya terhadapmu, tidak kau balas dengan kedzalimanmu terhadapnya.

Ikhlas itu…
Ketika kau bisa menghadapi wajah marah dengan senyum ramah, kau hadapi kata kasar dengan jiwa besar, dan ketika kau hadapi dusta dengan menjelaskan fakta dan data.

Allah Subhaanahu wa Ta’ala berfirman: (Artinya) "Dan mereka tidak diperintah kecuali agar beribadah kepada Allah dengan ikhlas dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan agar mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus." (QS. 98: 5).


Semoga bermanfaat...

Aku Pernah ...


Aku pernah patah karena memilih orang yang salah...
Aku pernah terluka karena terlalu percaya...
Aku pernah setia meski ia mendua...
Aku pernah dicemooh ketika melindungi dia yang salah...
Aku pernah berjuang meski yang kuperjuangkan memperjuangkan hati orang lain...
Aku pernah tenggelam dalam hati seseorang yang kuselami sendiri dengan niat untuk mengertinya...
Aku pernah ditinggal pergi karena tak selalu bersamanya melalui hari...
Aku pernah diabaikan ketika menunggu cintanya kembali datang...
Aku pernah hancur berkeping-keping ketika kasihku tak pernah tersampaikan...
Aku pernah terluka oleh kepingan hatiku sendiri ketika coba menyusun dia datang kembali...
Aku pernah jatuh tersungkur ketika mencoba memberi kesempatan pada hati...
Aku pernah disalahkan ketika meminta keadilan pada hatiku...
Aku pernah ditikam karena terlalu jujur pada hatiku sendiri...
Aku pernah disuruh menunggu ketika dia sedang menunggu orang lain...
Aku pernah kembali ditinggalkan ketika ia berhasil mendapatkan cinta yang ia harapakan...
Aku pernah seperti itu...
Sehancur itu...
Sepatah itu...
Dan aku pernah bangkit tapi untuk dihancurkan kembali...

Kini
Aku bangkit bukan untuk dihancurkan lagi...
Aku bangkit bukan untuk dipatahkan kembali...
Aku bangkit bukan untuk dipermainkan lagi...
Aku bangkit karena aku berhak bahagia...
Aku bangkit karena aku berhak mendapatkan cintaku...
Aku bangkit karena aku juga layak merasakan kegembiraan...
Kini hatiku telah kembali pulih...
Kini hatiku telah terjaga rapi...

Ada Dia Tuhanku Ar Rahman yang mampu menjaga setiap hati insan-Nya..
Karena Dia Sang Ar Rahman yang memegang hati-hati setiap manusia...
Aku takkan terluka lagi jika hatiku selalu ku letakkan kepada Yang Maha Kuasa
Insya Allah...!!

(Tulisan ini disponsori oleh perasaan yang masih belum bisa move on)